Selasa, 07 Desember 2010

MEMORI

                Malam hari... ketika aku rebahkan kepala ini. Ku menatap langit-langit kamar... Sekelebat mata teringat wajah ibu tersenyum,,, wajah ayah berpeluh... ahh.... wajah-wajah mereka... wajah pahlawan bagiku..

     Bagaikan sebuah film... ingatanku memutar balik kenangan tentang mereka..... wajah ibu menemaniku belajar, wajah ibu menemaniku bermain, wajah ibu ketika menyuapiku, wajah ibu ketika melihat aku bahagia, wajah ibu yang berpeluh karena berusaha memenuhi permintaanku, wajah ibu yang marah padaku, wajah ibu mengangis karena ulahku......

     Bagaikan sebuah file... memori tentang ayah ikut ku putar... wajah ayah tertawa, wajah ayah tersenyum, peluh ayah yang menetes karena menghidupi keluarga.. wajah ayah yang marah... wajah ayah yang bangga ketika aku mendapatkan sesuatu....

     Begitu banyak kenangan manis yang mereka berikan padaku.... namun kenangan itu bisa dengan mudah timbul dan tenggelam seiring zaman

     Mengingat hal itu aku
tersentak... mereka sudah memberikan hal yang banyak bgiku.. tapi apa yang aku berikan pada mereka?????

    Teriakkannku menolak permintaan mereka, teriakkan marahku, semua kebohonganku, semua paksaanku pada mereka... kedurhakaan ku..... tangisan mereka karena ulahku adalah kenangan pahit bagi mereka.... kenangan pahit yang hanya mereka simpan dalam hati saja... kenangan pahit yang ingin mereka lupakan namun terlalu sulit bagaikan goresan pisau yang menusuk kulit terlalu dalam. Lambat laun menghilang namun menimbulkan bekas..

     Sekejap aku bangun dari ranjangku.... kubuka pintu kamar... kulihat mereka sedang duduk sambil bercengkrama... kulihat lagi dengan seksama dari pintu yang terbuka sedikit... wajah ayah dan ibu mulai berkerut... menandakan usia yang tak muda lagi... kerutan yang menandakan banyaknya pengalaman hidup yang luar biasa bermafaat.... kerutan yang menjadi pertanda bahwa aku juga telah dewasa...

     Dewasa.... menikah... hidup dengan orang yang aku cinta ke-4 setelah tuhan, orang tuakau, dan keluarga itulah masa depan. Ketika aku kan hidup terpisah... siapa yang akan menemani mereka????? Siapa yang akan menjaga mereka....????

      Tak kuasa kubendung air mataku, aku berlari ke tempat mereka bercengkrama. aku menangis di pangkuan ibu... kupeluk kakinya..... sambil berkata, “maafkan aku bu.... maaf.... maaf..... maaf...aku belum bisa membahagiakan ibu dan ayah.... maaf...” dan dengan wajah teduh ibu menjawab, “tak apa nak.... melhat kamu tersenyum saja ibu dan ayah sudah sangat bahagia...” dan aku semakin menangis mendengar kata tersebut... pengorbanan berat mereka untukku.... bagi mereka senyumannku merupakan kebahagiaan yang tak ternilai.

Download full version CLICK HERE!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar